life is tough, so calm down..

Its all about me

#NHW6 Belajar Menjadi Manager Handal

Yeaaaay.. NHW6, cepetnyaaaa.. padahal barusan abis kejar tayang design pembelajaran #doh.

Yang berikutnya adalah belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Wooow.. keren yak? Hehehe.. jadi manajer aja belum pernah, tapi kali ini jadi manajer handal untuk keluarga, gimana ga oke tuuh?

Dasarnya apa? Dasarnya adalah rutinitas harian. Kadang pekerjaan itu membuat kita selalu merasa sibuk. Jadi sulit sekali bagi kita untuk bergerak bebas. Alhamdulillah ada IIP, jadi mau ga mau kita bisa memulai hidup dengan jauuuh lebh baik. Oiii bangun mim bangun hehehe..

 

Jadi sekarang, mulai ikut tahapan aktivitas yang penting dan tidak penting.

Aktivitas Penting:

  1. Urusan keluarga dalam hal ini membersamai anak dan suami (membacakan buku, aktivitas bareng, masak bareng, ngobrol bersama dll.)
  2. Me time (urusan ibadah, kesibukan ranah publik alias bekerja, memasak, membaca buku, dll)
  3. Online shop (mengurus pekerjaan sampingan)

Aktivitas Tidak penting:

  1. Ngobrol online dengan teman atau sesama bakul buku,
  2. Nonton drakor,

 

Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Sejujurnya urusan me time jadi yang paling banyak menyita waktu. Karena perjalanan dan dikantor membutuhkan waktu >13 jam/hari.

 

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda.

Subuh – 06.00      : Ibadah, merapihkan diri, bersiap ke kantor.

06.00 – 19.00        : Perjalanan dan aktivitas diranah publik.

19.00 – 19.20        : Ibadah, membersihkan diri, makan malam

19.30 – 20.30        : Membersamai anak. Main, ngobrol, membaca buku dengan anak-anak

20.30 – 21.00        : Persiapan istirahat, menyusui bayi, badtime story

21.00 – subuh       : Istirahat, bertemu suami, ngobrol santai, mengurus online shop.

 

Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time

Sebenarnya ini jadwal rutin yang memang sudah dilaksanakan dan kesulitan untuk menyisipkan lagi. Jadi memang ageda yang tidak terencana jarang mengintimidasi waktu harian tersebut. Ketika aktivitas tidak penting dilakukan, maka akan memakan waktu di jam istirahat.

Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.

Menurutku itu udah merupakan jadwal harian yang paling sesuai dengan rutinitas.

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Sejauh ini so far so good. Anak-anak kepegang, hanya komunikasi dengan suami yang masih kurang. Mungkin efek sama-sama lelah. Makanya kami lebih sering berkomunikasi diwaktu weekend.

 

#NHW5 Design Pembelajaran Ala Mim

Design Pembelajaran ala Mim?

Wooow.. seumur-umur ga kepikiran suatu saat akan membuat semacam GBPP yang biasanya diberikan ke calon pengajar. Butuh kerja keras yangs amat sangat untuk ini.

Hayoook lah kita bisa, kita mampu.

Menurut Bu Septi:

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal:
1. Belajar hal berbeda
2. Cara belajar yang berbeda
3. Semangat Belajar yang berbeda

Belajar Hal Berbeda
Yang bisa menguatkan Iman. Karena sekarang sudah akhir jaman, jadi sebagai orang tua kita harus berpikir cepat dan akurat. Betapa mengerikannya kondisi saat ini. Kekokohan iman harus menjadi nilai utama.
Menumbuhkan karakter yang baik. Karakter ini yang harus tertanam sejak kecil dan sebagai orang tua, kita harus bisa mengarahkan semuanya.
Menemukan passionnya. Ini yang harus digali terus menerus dan membutuhkan kepekaan.

 

Cara Belajar Berbeda
keterampilan bertanya harus dibangun agar anak-anak semakin kreatif dalam berpikir dan memahami masalah. Contoh yang diberikan Bu Septi adalah penggunaan jari tangan untuk melatihnya, seperti:
Ibu jari : How
Jari telunjuk : Where
Jari tengah : What
Jari manis : When
Jari kelingking : Who
Kedua telapak tangan di buka : Why
Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.

 

Semangat Belajar Yang Berbeda

Belajar itu adalah memahami isi dari ilmu yang dipelajari, bukan sekedar nilai raport.

Belajar itu adalah tujuan untuk masa depan yang cerah, bukan sekedar mengejar ijazah.

Belajar itu adalah rasa dari keingintahuan, bukan sekedar ikut-ikutan.

Sebenarnya semua itu seperti tamparan pada saat mim dulu sekolah, tapi karena sekarang sudah belajar menjadi ibu profesional, maka harus digali kemampuan mendorong anak untuk memiliki semangat belajar yang berbeda.

Tidak memaksa mereka untuk menyukai satu hal, tapi dorong mereka untuk mencintai apa yang mereka sukai. Semakin mereka mencintai aktivitas dan diberikan masukkan yang baik serta didampingi, maka semakin terarah jalan yang mereka ambil.

Jika mereka memiliki kekurangan, jangan pernah dipaksa untuk menutupi kekurangan itu. Tapi alihkan untuk memperkuat hal yang mereka sukai. Semakin anak-anak dipaksa, semakin sulit mereka untuk berkembang karena merasa tertekan.

Peran sebagai orangtua
Sebagai pemandu bagi anak usia 0 s.d. 8 tahun. Ini adalah posisi mim saat ini untuk 3 krucil kesayangan dirumah.
Sebagai teman bermain bagi anak usia 9 sd. 16 tahun. Kenapa harus sebagai teman bermain? Karena kalau tidak, anak-anak akan menjauh dari kita dan akan lebih dekat/percaya dengan temannya
Sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak yang berusia 17 tahun keatas.

Passion anak
1. Lakukan pengamatan secara intens.
2. Selalu terlibat dengan semua kegiatan anak.
3. Lihat dan dengarkan suara anak-anak, sehingga kita tahu arah tujuannya.
dan semuanya dilakukan secara konsisten ya mak!

Betapa materi dari bu septi membuka mata kalau kita harus segera bergerak mak!

Hasil dari semua materi itu adalah Design Pembelajaran Ala Mim yang benar-benar ala mim  #tepokjidat, cekidot:

 

#NHW4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Sudah masuk NHW4 dan wiiih merasa dikejar-kejar target. Ternyata ga semudah itu ikut martikulasi. Semangat mim! Hayoook kita lanjutkan!

Kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Diawal pengen banget bisa memanage emosi menjadi lebih staycool. Setelah direnungi, sebenarnya mim cuma ingin anak-anak bisa terurus dengan baik sesuai dengan metode pengasuhan anak yang selama ini sudah dipelajari. Tapi tidak semudah itu. Mungkin itu juga yang jadi alasan kenapa mim pengen banget bisa kuliah terkait psikologi. Ingin tahu lebih dalam mengenai karakter anak-anak, supaya tidak merasa salah dalam mendidik anak.

Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Alhamdulillah konsisten walaupun #ups pake alasan lagi, butuh waktu lebih untuk bisa terus menerus konsisten. Kadang ada beberapa hal yang terlewat seperti sholat berjamaah. Karena ga kepegang, kadang kami lebih sering sholat masing-masing #plak hihihi.. hayooo mim semangaaaat!

Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Sebagai seorang ibu, yg pertama kali dipikirkan pastilah anak-anak. Apa yang terbaik untuk mereka dan bagaimana semuanya sesuai dengan jalan yang diberikan oleh Allah. Salah satu caranya adalah dengan memberikan mereka fasilitas buku, non-TV untuk mereka. Sulit tapi bisa dilakukan. Bertahap mengenalkan mereka buku. Jadi bidang pelajaran yang paling aku inginkan adalah “Pendidikan anak”.

Misi hidupnya dalah bisa memberikan pencerahan kepada banyak orang tua jika membaca dan dikenalkan membaca buku untuk anak usia dini itu diperlukan. Bidangnya adalah pendidikan anak melalui pengenalan buku berkualitas. Perannya adalah sebagai inspirator, motivator.

Susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Ilmu yang harus dikuasai dalam pendidikan anak adalah

  1. Bunda Sayang: ilmu mengenai pengasuhan anak
  2. Bunda Cekatan: ilmu mengenai manajemen diri, keuangan dan rumah tangga
  3. Bunda Produktif: ilmu mengenai kemandirian finansial
  4. Bunda Shalehah: ilmu mengenai berbagi kepada orang lain.

Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
Berbagi.. insya allah mim harus terus berbenah diri. Pasti ada jalan untuk setiap niat baik. Berdoa diumur ke 36 tahun nanti, semua tahapan bisa terealisasi dengan baik. Semangaaaaaat!

#NHW3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

NHW3 ini beraaaaaaat kakak..

kenapa coba? karena diminta mengeluarkan isi hati lewat tulisan eh surat cinta ke suami #aiiiiih..

Jatuh cintalah kembali kepada suami Anda, buatlah surat cinta yang menjadikan Anda memiliki “alasan kuat”  bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak Anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Seumur-umur, ga pernah euy buat surat cinta. Apalagi kerjaannya sama suami ribut melulu wakakakakak.. akhirnya setelah melalui perjalan panjang dan melelahkan serta telat ngumpulin tugas sampai berminggu-minggu, selesai juga tu surat cintaaaaah hahaha.. simple dan yaaa seadanya. maaf saya ga puitis.

Suratnya difoto, kirim via WA ke suami..Dan responnya apa saudara-saudara? 😀

Love;My: 😊😘 Alhamdulillah barakalloh
Love;My: Pesennya bikin mewek nih

jiaaaaaa.. yg mewek mah harusnya diriku yak ahahaha.. paksu ini tipe yang sangaaaat sabar banget. love u beb and keep rock. 😘

Lihatlah anak-anak Anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing

Soal Anak-anak, diminta untuk melihat potensi diri mereka..

Adinda

Tipe anak sulung banget. Maunya nomor 1, semua harus didengarkan, dia yang memimpin adik-adiknya, dia yang punya wewenang mengatur keadaan rumah. Jadi salah satu potensinya adalah menjadi seorang pemimpin yang handal tapi tetap low profile.

Selain itu dinda sangat suka berkreasi, membuat apaan dari bahan apapun. Sangat suka membaca buku (red: melihat gambar, memahami lewat cerita orang lain), dan menceritakan kembali isi buku kepada orang lain terutama adik-adiknya.

Sangat bisa diandalkan dalam berbagai situasi, dalam hal ini membantu Bundanya.

Rayyan

Tipe anak kinestetik, ga bisa berhenti bergerak. Ada aja yang dikerjakan atau yang dilakukan. Sangat suka sekali dengan mobil-mobilan terutama pemadam kebakaran. sedang belajar untuk berbagi dengan kakak maupun adiknya. masih dalam proses memahami situasi dirumah.

Suka sekali membaca buku (red: melihat gambar, memahami lewat cerita orang lain) seperti kakaknya. Sangat menjaga saudaranya, kakak maupun adiknya.

Potensi terbesarnya adalah olahraga karena keaktifan dirinya.

Razzan

Tipe anak yang tidak bisa diam, mengikuti Mas Rayyan. Hobi jungkir balik dan semua tentang hewan. sedang belajar untuk bisa berbagi.
Potensinya yang saat ini terlihat adalah perkembangan milestone nya melampaui kakak dan mas nya. tipe pembelajar yang cepat. seiring berjalannya waktu mungkin akan lebih jelas lagi arahnya.

Lihatlah diri Anda, silakan cari kekuatan potensi diri Anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa Anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang Anda miliki

Potensi diri sendiri sebenarnya masih gitu dech, antara iya dan tidak. antara jalan dan diam. tapi kata suami, mim adalah marketing yang handal. potensi ini ga boleh dilewatkan, walaupun mim berpikir ga juga sih. selain itu karena orangtua adalah role model anak, maka terkait buku, mereka mengikuti mim. im books lover mania.

Jika melihat alasan kenapa Allah dengan baiknya menempatkan mim disini, yang bisa dilihat adalah kesabaran suami mampu menaklukanku. tanpa dia, apalah aku ini. anak-anak juga menjadi jalan untuk mim bisa semakin sabar dalam menghadapi semuanya.

Kita bisa, kita selalu insya allah bisa membangun peradaban didalam rumah dengan baik dan semakin baik. keluarga adalah segalanya. keluarga adalah saya.

Lihat lingkungan di mana Anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan Anda? Adakah Anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga Anda dihadirkan di sini?

Saya tinggal dilingkungan ini baru sekitar 1,5tahun. belum banyak yang bisa dilakukan tapi saya ingin anak-anak disini cinta buku, cinta membaca. jadi saya mencoba berbagi buku untuk mereka disini. mudah-mudahan impian untuk memiliki perpustakaan pribadi yang bisa dibuka untuk umum, tercapai. amiiiin..

#NHW2 Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Wiiii.. apa lagi ini? Ini tugas kedua yg bikin deg-degan dan hamper ga selesai tepat waktu karena minta indikatornya ke suami dan anak2. Ditambah lagi minggu lalu diklat diluar kantor, weekend mabok dan muntah2 terus, bikin teparlah.

Sampe kantor senin ini langsung cuss ngerjain Peer dulu.

Oia, disebutkan juga klo kunci dari indikator ini adalah SMART yaitu:

  1. SPECIFIK, yaitu unik atau detil;
  2. MEASURABLE, yaitu terukur;
  3. ACHIEVABLE, yaitu bisa diraih, tidak terlalu susah tapi juga tidak terlalu mudah;
  4. REALISTIC, yaitu berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari;
  5. TIMEBOND, yaitu ada batasan waktunya.

Sebelum waktu semakin berkurang, lanjut aja ke indikator untuk mim.

Indikator sebagai individu:

  1. Bisa menjadi ibu yang sempurna buat anak-anak dan istri yang saling melengkapi dengan suami. Ga muluk-muluk dech, berharap bisa memenuhi kriterianya mereka yang inginkan. Secara perlahan tapi pasti ada perubahan yang berarti.
  2. Bisa memuaskan rasa ingin tahu lewat membaca.

Banyak buku yang masih belum sempat dibaca dan ingin dibaca tp terkendala masalah waktu. Kadang me time juga diperlukan sebulan sekali untuk diri sendiri.

Apa lagi ya? Haduh ga bisa mikir wakakakak… ok lanjut ke indikator berikutnya aja ya..

Indikator sebagai seorang istri  ini murni hasil dari pemikiran suami tercintaaaah #cieeeee.. tapi-tapi nanti ada sedikit aku input bagian yang menurutku ada yg perlu penjelasan ahahahaha.. semacam pembenaran diri.

Indikator sebagai seorang istri:

  1. Istri yang patuh dan tunduk terhadap suami.

Karena Surganya istri adalah ditangan suami dan diakhirat nanti, suami memiliki beban berat dan akan di minta pertanggungjawaban atas dosa-dosa anak istr.

Batasannya  selama tidak melenceng dari kaidah Akidah maka istri diwajibkan tunduk.

Indikator nya harus nurut apa yang di katakan suami, tidak boleh membantah.

Ini efek dari istrinya yg keras kepala dech hehehe.. tapi ketika diperjelas apa mim ga nurut, jawabannya “ga, selama ini udah nurut, cuma mengingatkan aja”.

  1. Cium tangan dan kening setiap hari

Kami terkadang memang jarang ketemu dan request nya beliau ya begini ini hihihi.. baiklah.. bismillah klo ketemu harus begini ya yah 😊

  1. Makan Bersama

Gimana mau makan Bersama klo pulangnya jarang2 atau tengah malam hehehe.. tapi insya allah dipenuhi klo kondisinya memang memungkinkan 😉

  1. Istri yang selalu memeluk suami

Simple namun memiliki kesan mendalam ketika istri memeluk suami, seperti hal nya air di tanah yang tandus, menyegarkan .

Efek jarang dipeluk, kebanyakan meluk anak hihihi.. siaaaaap Pak, akan dilaksanakan sesering mungkin ^^

  1. Murah senyum dengan suami dan anak-anaknya,namun tidak dengan orang yang lain.

Hal ini menandakan bahwa istri akan memberikan kenyamanan untuk keluarga.

  1. Sholat berjamaah dengan keluarga untuk memperkuat bonding.
  2. No gadget pada saat moment bersama anak minimal setelah pulang kerja sampai anak menjelang tidur.
  3. Dibatasi nonton drakor tidak boleh sampai larut malam.

Ini butuh penjelasan. Salah satu me time tp jarang koq sampai larut malam karena biasanya malah ketiduran. Efek beberapa kali ketahuan nonton disaat bangun nyusuin hehehe.. nanti dikurangi lagi dech, dan memang dalam seminggu ini cuma sekali aja nontonnya.

  1. Menyiapkan makan atau cemilan menjelang suami pulang kantor.

“Laa haula wa laa quwwata illabillah.. Semoga istiqomah” tambahan dari pak suami.

Insya allah semua bisa dipenuhi pelan-pelan sesuai maunya pak suami. Beberapa hal memang tidak dilakukan karena hampir selama 7 tahun menikah, baru beberapa bulan terakhir ini pak suami stay tinggal dirumah. Biasanya beliau pulang seminggu sekali/dua kali.

Lanjut yaaaa.. indikator sebagai ibu dari 3 anak cilik-cilik dirumah hehehe..

Indikator sebagai seorang ibu:

  1. Di mata Adinda,

Bunda harus bantuin dinda membuat kreasi apapun termasuk membelikan bahan untuk alat kreasinya.

Bunda harus ngajak  dinda sering-sering jalan-jalan paling ga seminggu sekali.

  1. Di mata Rayyan,

Bunda harus nemenin Rayyan tidur, stay disebelahnya, usap-usap badannya sampai tertidur.

Bunda harus bantuin Rayyan membereskan mainan, buku, tanaman dirumah. Ga boleh Rayyan yang membereskan sendiri.

  1. Di mata Razzan,

Bunda harus bisa nyusuin Razzan dimanapun dan kapanpun.

Bunda harus menyiapkan makanan dan cemilan yang banyak buat Razzan karena bayi yang satu ini cepat sekali lapar.

Setiap anak punya indikator tersendiri untuk kebahagian mereka. Insya allah semua bisa dipenuhi walaupun untuk Rayyan agak sulit klo Razzan belum tidur.

Mudah-mudahan indikator ini membuat mim menjadi diri, istri dan ibu yang semakin baik. Paling ga, dari sini, mim jadi tahu apa maunya masing-masing anggota keluarga 😊

Alhamdulillah IIP memberikan pencerahan diri.

Post Navigation