Posted in kuliner, photo, Pojok Dapur Bunda

Kolang – Kaling

Sebentar lagi puasa. Makanan yang dahulu sering dibuatkan alm. Ibu pun kebayang-bayang. Kangeeeeeen 😍

Mulai dari rendang. Alhamdulillah, klo yang ini jelas diriku ga bisa masaknya. Akhirnya disubkontrakkan ke Nekma (adiknya alm. Ibu) 😁 Minta tolong dimasakkin langsung 2 kg. Rasa buatan Nekma, mirip sama buatan alm. Ibu.. 😊

Yang berikutnya adalah kolang kaling. Sesi pertama dibuat 2 minggu lalu. Dimasakin teteh tapi hasilnya gatot. Kolang kalingnya keras donk.. 😂 batal makan deh. Eeeeeh.. tadi pagi digrup RT, ada tetangga yang jual kolang-kaling. Ga pakai ragu, langsung cuss beli. Diantar pagi dan kali ini langsung eksekusi sendiri.

Melipir donk ke Cookpad. Dan ini adalah kolang kaling pertama buatan Mim. Ternyata simple koq, cuma buatnya lama ajaaaaah 😂


Manisan Kolang Kaling Sirup Marjan
By Istiharah
Recook by Mirmayf

Bahan:
Kolang kaling 2 kg
Gula 250 gram ( ditambahin jadi 300 gram)
Garam 1/2 sdt
Sirup marjan Cocopandan 1 botol (cuma punya sisa 1/3 botol, 1/4 lagi yang rasa pandan)
Daun pandan 3 lembar (skip karena ga punya)

Cara buat:
Cuci bersih kolang kaling. Rebus sampai air mendidih dan buang airnya. Lakukan proses rebus sampai 2x.
Rebusan air ke 3, ditambah gula, garam dan pandan (skip). Aduk-aduk dan biarkan sampai air menyusut (mim sampai 1/2 nya).
Masukkan sirup marjan (pakai 2 jenis dan dicampur aja). Biar kan mendidih dan matikan kompor (mim sambil diaduk2 sampai air menyusut lagi 1/2 nya).
Biarkan dingin. Masukkan kedalam tempat. Dan siap diletakkan dalam kulkas.

Klo dulu, alm. Ibu itu, setiap hari ngangetin kolang-kalingnya sampai airnya susuy dan kental. Jadi aweeeet. Klo sekarang sih kyanya ga bakalan awet. Secara bocahnya banyak ahahaha..

Ini masih panas aja udah diambilin dan dimakan. Alhamdulillah, bisa juga bikin ini 😊 nyook coba bikin mak 😉

Posted in curhat, IIP, informasi

Pojok Kebun Bunda

Tag itu baru muncul kemarin. Iya, kemarin ketika saya berberes tanaman didepan dapur. Berusaha membuat kebun sayur dan rimpang sendiri.  Pas banget karena ada tugas mini project dari Institut Ibu Profesional (IIP), jadi alhamdulillah bisa dijadikan project keluarga yang menurut saya sangat menarik. Iyups, menarik karena buat saya kegiatan ini bikin bahagia. Dan menjadi bahagia itu merupakan salah satu point dari Kelas Orientasi Komunitas.

Kenapa sih memilih Pojok Kebun Bunda?

Alasannya simple, karena saya ingin berdaya dirumah sendiri dalam hal pangan. Selain itu juga bisa bermanfaat bagi tetangga sekitar dan juga bagi lingkungan.

Koq berat ya alasannya? hehehe.. Ga juga mak. Karena memang menjadi bermanfaat itu sesungguhnya dimulai dari hal kecil. Punya sereh agak banyak yang bisa dipakai, bisa dimanfaatkan orang lain. Punya cabe yang berbuah dan kebetulan tetangga mau nyambel ga da cabe, bisa melipir ambil cabe dikebun. Simple kan mak? 😀

Kemudian kenapa bawa-bawa lingkungan? Itu karena kami juga peduli terhadap lingkungan. Memanfaatkan sampah botol dan plastik menjadi pot, juga memanfaatkan sampah organik untuk campuran pupuk. Sudah 2 tahun terakhir, komplek kami menerapkan sistem memilah sampah. Jika ada yang tidak memilah, maka sampah tidak akan diangkut. Jadi 11-12, sambil menyelam minum air kan? #uhuuk

Kebutuhannya apa saja?

  1. Sampah botol dan plastik;
  2. Sisa-sisa bahan sayuran dan rimpang yang tidak digunakan;
  3. Media tanam dan pupuk yang bagus;
  4. Media tanam dari tanah biasa.

Untuk susunan timnya gimana?

  1. Ketua alias pemimpin project – Bunda;
  2. Bendahara alias yang mensubsidi terkait keuangan – Ayah;
  3. Tim tanam menanam dan merawat – Semua anggota keluarga termasuk asisten;
  4. Tim belajar – semua anggota keluarga termasuk asisten.

Sasarannya bagaimana mak?

  1. Anak-anak semakin memahami proses tumbuh dan panen dari sayuran, sehingga ketika waktunya makan sayuran, mereka tahu bahwa apa yang mereka makan itu membutuhkan waktu dan tenaga. Bisa meminimalkan sesi buang membuang sayuran hehehe..
  2. Memanfaatkan taman dirumah dan sebagai tempat untuk menyalurkan hobi lain.
  3. Mengurangi pembelian sayuran/rimpang dan memanfaatkan dari yang ada ditaman.

Waktu pelaksanaannya kapan mak?

Berberesnya sudah dilakukan sebagian di minggu 12 April 2020. Akan dilanjutkan kembali diweekend berikutnya. Untuk perawatan dilakukan setiap pagi oleh asisten dan sore hari dilakukan oleh anak-anak.

Tempatnya dimana mak?

Tepatnya didepan dapur hehehe.. ditaman rumah. Selain itu juga dibagian depan pagar rumah. Sebagian lagi didepan fasos milik perumahan, yang kebetulan letaknya disebelah rumah.

Estimasi dananya berapa mak?

Kalau kemarin untuk membeli media tanam sama pupuk aja sekitar 130.000.

Parameter keberhasilannya bagaimana mak?

Sampai berjumpa beberapa bulan lagi yaaa.. Nanti insya allah kami bisa memanen tomat, kangkung, bayam, katuk, terong, jahe, sereh, cabe, lengkoas, bawang merah dan putih, daun bawang dst. Semangaaaaaat! 😀