life is tough, so calm down..

Its all about me

Archive for the month “July, 2018”

Habiskan Saja Gajimu! #PartSatu

Review by Mirma Yudha

Masih inget kata-kata itu? Hehehe..
Mim janji mau nulis kan ya? Akhirnya kesampaian juga nulisnya setelah tertunda 3 hari.
Kamis, 28 Juni 2018, bertempat di Sekretariat BPPK, Kemenkeu, Gedung B lantai 5, ada sharing mengenai Manajamen Keuangan keluarga “Demi Kau dan Si Buah Hati” yang disampaikan oleh Pak Ahmad Gozali (http://gozali.id/).Kenalan dulu yuk sama Pak Ahmad Gozali ^^. Beliau adalah seorang Perencana Keuangan di Zelts Consulting. Beliau juga mantan pegawai Kemenkeu yg merupakan lulusan dari Kampus STAN, eh cuma sebentar deh jadi pegawainya. Rupanya jiwanya lebih ke entertain, bukan PNS hehehe.. Nah, salah satu buku yang beliau tulis dan cukup bikin kepo adalah Habiskan Saja Gajimu!.

Bukan untuk membahas soal bukunya, karena buku yang didapat ketika acara adalah “Make It Happen” nya mba Prita Hapsari Ghozie. Bukan pula diacara tersebut membahas isi buku “Habiskan Saja Gajimu”, tapi memang isinya harus merubah mind set kita dalam hal pengaturan keuangan.

ketika membahas Financial Planning, apa sih yang kalian pikirkan?
Yang mim pikirkan adalah kondisi keuangan yang harus terpenuhi ketika cuti besar bulan depan hohoho.. #DasarEmakEmak.
Menurut Pak Goz, Financial Planning itu dimulai sejak kita memulai hidup baru ketika menikah dan berakhir ketika kita tua dan akhirnya meninggal dunia. Kenapa begitu? Terus yang single gimana donk? Yaaaa, karena materinya adalah manajemen keuangan keluarga, jelas yg single ga masuk. Tapiiiiiii kalau dalam step by step nya, pasti ada yang ketika single sudah melakukannya.

Apa aja sih stepnya?
Dicontohkan Pak Goz kalau dimulai sejak kita menikah, punya anak, berusaha punya rumah, berusaha punya kendaraan, berusaha pergi haji, bisa travelling, memenuhi biaya pendidikan anak, menjalani hari tua/masa pensiun dan selesaiiiiii.
Panjang ya? eeeM! panjang cyn. Mudah-mudahan kita juga diberikan umur yang panjang dan berkah, jadi bisa merasakan semua stepnya. Amiiin..

Sudah sejauh mana step yang kamu lalukan? Gimana rasanya? Punya banyak tanggungan ga? hehehe.. ini silahkan dijawab dalam hati aja yes! Soalnya klo aku sih, Ya iyaaaaa.. Phuh! Tarik nafas panjang ahahaha.. Hayok berusaha melunasi semua hutang 😀

Ada perbedaan dari Generasi Old dan Genarasi Now, apa tuh?
Old – Sandang, pangan, papan
Now – Sandang, pangan, papan, WIFI/Jaringan, Colokan Listrik!. Wogh.. sadar ga sebagai generasi saat ini, klo kita bergantung banget sama keberadaan 2 item yang terakhir disebut. Apalagi buat bakul online macam kita ni #eh 😀
jadi kebutuhan dana, listrik dan kuota itu list penting #ups. Hayooo berapa dana yang kamu butuhkan selama sebulan untuk 2 hal itu? klo mim sekitar 500rb untuk listrik, 360rb untuk wifi dirumah dan 100rb untuk kuota hp. Pas ditotal, jadi lumayan ya mak? ^^
Ada beberapa hal yang jadi pertanyaan Pak Goz tentang benar atau salah. Apa itu? ini ni..
1. Ngatur uang itu urusan perempuan
Menurut Pak Goz, jawabannya adalah salah kakak hihihi.. karena didalam RT, baik laki-laki maupun perempuan punya andil yang sama.
Jika suamimu memberikan semua uangnya padamu, maka ada 3 kemungkinan. Pertama suami amat sayang kepadamu, kedua suamimu takut kepadamu, ketiga suamimu mau melepas tanggungjawabnya. Yang mana tipe suamimu? #eh
Awalnya pasti pilih alasan pertama, ya kaaaaan? tapi kenyataannya adalah mendekati yang ketiga.
Koq gitu sih? Kenapa?
Karena kalau cuma memberikan saja, tanpa ada komunikasi dan kerjasama dalam mengatur keuangan, yang ada minus loh hasilnya. Sebaliknya, kalau keuangan dipegang suami, istri hanya diberikan sebulan sekian, tanpa ada komunikasi, bisa bahaya juga. Kenapa? Karena bisa jadi kebutuhan istri melebihi dari yang diberikan, tapi istri ga berani bilang. Ujung-ujungnya istri meminjam uang sana sini dan berujung ke hutang yang sangat besar.
Pernah ada client Pak Goz yang merupakan istri pejabat dan punya hutang sampai ratusan juta karena kebutuhan gengsi. YES! Gengsi Kak!. Untuk menyesuaikan gaya hidup dan kesetaraan dengan sesama ibu-ibu pejabat (sejenis Dharma Wanita, dll), si client dengan gampangnya membeli barang dengan cara meminjam uang sana sini. Si client ga berani bilang ke suaminya karena takut. Ujung-ujungnya Pak Goz ga bisa menyelesaikan hal tersebut, sebelum si client menyelesaikan urusan komunikasinya dengan sang suami.
2. Orang kaya itu sombong & pelit
No! Tidak semua orang kaya itu sombong dan pelit. tapi mereka bisa menempatkan dirinya, dalam hal ini menempatkan masalah keuangannya. Sebaliknya jika ada orang miskin yang sombong & pelit, ya memang ga pantas dilakukan hohoho..
3. Tidak perlu kaya, yang penting sehat & bahagia
Mana yang kamu mau? Semua orang maunya kaya tapi juga sehat dan bahagia.
Kebahagiaan ga bisa tercapai karena miskin kah? Ya ga juga. Tapi kebahagiaan bisa membuat kita sehat dan kaya.
Loh koq bisa? Bisa donk.. Orang yang bahagia, jarang sakit, pasti ga butuh asuransi kesehatan dan ga perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Jadi mulai sekarang, jadilah orang yang bahagia, sehat dan Bismillah kaya!
4. PNS itu pensiunnya sudah terjamin, benar apa benar? Eh benar apa salah?
No! loh loh loooh, ga bersyukur ya? Bukan-bukan.. bukan ituuu mamak hehehe..
Pensiunan PNS itu mendapatkan nilai pensiunan 75% dari nilai gaji yang diterimanya. Gimana dengan inflasi? apa akan mencukupi? Jelas tidak, jika hanya mengandalkan gaji pensiunan.
Loh bersyukur donk masih dapat dari negara? 😀
Alhamdulillah masih ada yang memberikan gaji, dicukup-cukupi, dinikmati. Tapi apa hanya pasrah? bisa ga kita berusaha lebih disaat muda? Bisa kak, Bismillah! Artinya pensiunan PNS itu bukan lagi sesuatu yang menggiurkan kalau kita main hitung-hitungan sekarang. Gimana niatnya aja.
Btw, orang tuaku PNS (ibu) dan pensiunan PNS (bapak). Plus posisiku saat ini juga sebagai PNS 😀 tapi bukan berarti karena uang pensiun, mim mau jadi PNS. Dahulu, ibu dan calon suami hanya mau aku jadi Dosen atau PNS. Jadi pilihlah 2 pekerjaan itu! 😀
Kita coba hitung ya dimana gap yang terjadi. Contoh, misalnya seorang pensiunan gol IV/b biasanya menerima gaji dan tunjangan >20jt, ketika pensiun menerimanya hanya 75% dari 4,9jt (gaji tertinggi ditingkatannya) atau sekitar 3,675jt, apa yang akan terjadi? Shock ga ya? pasti akan shock kakak. karena yang diterima hanya sekitar 18% saja.
Menurut Pak Goz, jika kita ingin pensiun dengan kondisi seperti saat ini kita terima, maka kita harus menyiapkan kurang lebih 200x dari gaji terakhir dikurangi beban pengeluaran ataaaau minimal 100x dari gaji terakhir nanti. Gimana caranya coba? hohoho.. Terasa berat kak? Yes! tapi kita harus berusaha untuk memiliki aset masa depan.
Gimana asetnya?
Aspek apa saja yang dibutuhkan untuk bisa survive?
Bagaimana dengan pembagian budgetnya?
Apa yang menjadi prioritasnya?
kita lanjutkan di Habiskan Saja Gajimu! #PartDua yak hehehe..

Post Navigation