life is tough, so calm down….

cuma dan hanya menyalurkan hobi gw ^_^

Curhat Kebutuhan Ruang Laktasi

Apa rasanya jadi seorang ibu yang cutinya dipotong hanya jadi cuma 2 minggu setelah lahiran?

Apa rasanya jadi ibu yang begitu masuk kantor terpaksa pumping atau memerah ASI di toilet?

Rasanya ga enak banget tapi harus tetap dinikmati hahahaha.. *tertawa sambil menangis*😀

Apa pengaruhnya?

my little baby, Dinda, yang sekarang berumur 13 bulan ga bisa dapat ASI Ekslusif karena waktu cuti yang terpotong. Terpaksa ditambah sufor karena stok ASI nya kejar tayang dengan kebutuhan minum susunya.

Gimana cara mensiasatinya?

mim buat jadwal khusus untuk minum sufor (kalau ASI, dede nya boleh sepuasnya minum). Kalau ASI nya habis dan dy masih ingin susu, maka pemberian susunya mim batasi. kalau masih kurang, terpaksa diberi pengertian dengan mengendong dan membelainya. pengasuh Dinda sudah tau permintaan mim yang aneh bin ajaib. alhasil dalam waktu 3 bulan BB dinda cuma naik 300gr-400gr/bulan ^^ (ok! saya bunda yang sadis).

Apa yang terjadi ?

Dimarahin dokter karena terlalu sadis dengan anak (itu pilihan saya). ganti dokter dan lebih mengerti saya. Alhamdulillah Dinda sangat pengertian. kalau mim tinggal kerja, menyusunya ga sebanyak kalau ada bundanya (bisa tiap jam) dy hanya menghabiskan 6 botol/hari (s.d. umur 3 bulan), 4 botol/hari (s.d. umur 8 bulan), 2 botol/hari (s.d. umur 12 bulan) tapiiii kalau malam full ASI setiap 30 menit atau 1 jam sampai saat ini (13 bulan)😀

Hidup itu pilihan.. mim sadar koq, ketika mim lebih memilih kerjaan sehingga merelakan cuti yang hanya 2 minggu setelah lahiran. kenapa coba? untuk masuk ke instansi ini aja udah banyak cobaannya. begitu masuk ada aja cobaannya. masih inget ga tulisan mim yang before and after marriage dari situ aja udah ada tu cobaannya hihihi.. nikah disaat sedang mengikuti diklat dan hanya dapet izin 2 hari setelah itu diklat lagi selama 1 bulan. begitu lahiran pun ternyata berbarengan dengan diklat prajabatan yang mau ga mau harus diikuti karena klo mim nolak, bisa ga diangkat😦 mim harus dengan ikhlas meninggalkan Dinda yang masih merah itu selama 2,5 minggu. klo inget itu rasanya sedih banget =(( tapi life must go on =))

yang lebih menyedihkan ituuuu ketika mim memutuskan untuk ikut prajabatan, maka cuti mim harus dipotong sesuai dengan waktu pelaksanaan diklat. maka setelah diklat selesai, harus langsung masuk kantor. alasannya adalah “kalau sudah ikut diklat berarti sudah sanggup masuk kantor donk”. rasanya ituuuuuu kesel banget, tapi apa boleh buat, itulah yang terjadi. akhirnya sejak saat itu mim langsung masuk kantor, depok-bintaro-depok, naik motor sendiri. padahal sehabis diklat prajabatan, mim sempat mengalami baby blues. rasanya kalau melihat Dinda apalagi dalam keadaan menangis tuh bikin marah, kesel. kenapa coba? soalnya mim udah cape sewaktu diklat  yang setiap hari itu mulai jam5 pagi selesai kisaran jam 11 malam. disaat yang lain tidur mim harus pumping, disaat yang lain bisa istirahat mim juga harus pumping karena ga ada toleransi untuk ibu menyusui. jadi waktu itu mim sempet ngamuk diruamh. ga mau diganggu. ga mau ngeliat Dinda hehehe.. Alhamdulillah itu cuma berlangsung 2 hari. kasian juga Dinda klo kelamaan.

setelah dikantor, apa semudah itu? ga lah, semua butuh perjuangan.
kenapa coba? ga ada ruang laktasi atau ruang menyusui untuk mim pumping atau memerah ASI.

  • hari pertama, minjem ruangan bos karena bos lagi pergi. tapi rasanya ga tenang, takut ada yg masuk. efeknya ASI nya jadi mampet.
  • hari kedua, mim coba pinjem kamar asrama yang dipakai untuk pengajar. kebetulan katanya pengajar lagi ga pakai. baru 10 menit, kamar dah digedor-gedor. alhasil jadi mandek lagi deh. ga tenang juga.
  • hari ketiga, dikasih saran sama teman, pakai toilet karena cuma itu satu-satunya tempat yang tenang. alhasil sejak saat itu mim pumping di toilet sampai dengan hari ini. sudah 1 tahun mim adalah penghuni toilet ketika jam jam tertentu.

apa rasanya pumping di toilet? yang pasti ga nyaman. iya klo toilet lagi kering, klo lagi basah, rasanya itu bakteri siap-siap memenuhi botol susu yang sudah disiapkan untuk diisi ASI. tapi apa daya, nikmati aja.

apa ga pernah ada usaha untuk meminta ruang laktasi? pernah, sudah pernah diajukan. tapi sayangnya dicoret dari daftar pengajuan hehehe.. mungkin ga penting kali yaaaa..

ingin mengajukan lagi? iyaaa.. ini akan mengajukan lagi karena dikantor sudah ada 3 ibu menyusui lagi yang butuh tempat memerah ASI. kasian mereka, masih butuh banyak waktu untuk memerah. mim mungkin hanya tinggal 1 tahun lagi. tapi yang lain? hehehe.. kali ini mim akan mengajukan sekaligus dengan PP No.33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Ekslusif. mudah-mudahan kali ini di approve. Doa kan aku ya teman! ^^

oia, ini adalah ruang laktasi yang baru saja ada di kantor pusat. kebetulan kemarin sedang rapat disana, dan wow.. ruang obat sudah berubah jadi ruang laktasi. senangnya.. mudah-mudahan sebentar lagi kantor mim juga menyediakan hal yang sama. amiieeeeeennn..

image

image

image

 

 

 

Single Post Navigation

14 thoughts on “Curhat Kebutuhan Ruang Laktasi

  1. teman senasib on said:

    mim sabar dan ihklas ya.. begitulah cerita hidup…ibu sdh pengalaman dengan 3 anak sedih, senang, tertekan bahkan diomongin krn bawa anak dll…..

  2. Sedih memang kalau ada ibu2 yg hanya sempat cuti melahirkan sebentar dan berjuang utk bisa memberikan ASI. Alhamdulillah istriku bisa bebas fokus ke anakku. Anakku senantiasa tak dekat ASI, dekat kasih sayang ibu.

  3. pengen ngebayangin ribetnya tapi agak sungkan #eh😀

    • ahahaha.. sungkan ya om? ya udah ga usah dibayangin, cukup disosialisasikan aja klo setiap tempat bekerja dan tempat umum itu wajib memiliki ruang laktasi hehehe..

  4. Wah luar biasa memang perjuangan ibu yang bekerja. Di kantor pun ada beberapa yang kesulitan untuk mencari ruang laktasi.

    Salam ya buat dede Dinda, moga tetap sehat dan kuat seperti maminya hehehe

  5. sabar yah, semoga kelak pengorbanannya bisa terbalaskan😀

  6. cuma mau tanya: kapan blog ini diupdate lagi?😀

  7. Sama seperti istri saya, selalu ribet kalau butuh ruang laktasi di tempat kerja atau di tempat umum, dan toilet selalu menjadi tempat yang aman. Untungnya toiletnya bersih-bersih jadi nyaman juga..
    Dan alhamdulillah, ASI untuk Dedek Diana masih berkecukupan sampai sekarang..

    • alhamdulillah klo toiletnya bersih🙂 apalagi klo kya toiletnya anggota DPR atau mall-mall besar di jakarta, pasti nyaman banget ya.. *walaupun tetep aja koq pumpingnya di toilet*😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: