life is tough, so calm down..

Its all about me

Habiskan Saja Gajimu! #PartSatu

Review by Mirma Yudha

Masih inget kata-kata itu? Hehehe..
Mim janji mau nulis kan ya? Akhirnya kesampaian juga nulisnya setelah tertunda 3 hari.
Kamis, 28 Juni 2018, bertempat di Sekretariat BPPK, Kemenkeu, Gedung B lantai 5, ada sharing mengenai Manajamen Keuangan keluarga “Demi Kau dan Si Buah Hati” yang disampaikan oleh Pak Ahmad Gozali (http://gozali.id/).Kenalan dulu yuk sama Pak Ahmad Gozali ^^. Beliau adalah seorang Perencana Keuangan di Zelts Consulting. Beliau juga mantan pegawai Kemenkeu yg merupakan lulusan dari Kampus STAN, eh cuma sebentar deh jadi pegawainya. Rupanya jiwanya lebih ke entertain, bukan PNS hehehe.. Nah, salah satu buku yang beliau tulis dan cukup bikin kepo adalah Habiskan Saja Gajimu!.

Bukan untuk membahas soal bukunya, karena buku yang didapat ketika acara adalah “Make It Happen” nya mba Prita Hapsari Ghozie. Bukan pula diacara tersebut membahas isi buku “Habiskan Saja Gajimu”, tapi memang isinya harus merubah mind set kita dalam hal pengaturan keuangan.

ketika membahas Financial Planning, apa sih yang kalian pikirkan?
Yang mim pikirkan adalah kondisi keuangan yang harus terpenuhi ketika cuti besar bulan depan hohoho.. #DasarEmakEmak.
Menurut Pak Goz, Financial Planning itu dimulai sejak kita memulai hidup baru ketika menikah dan berakhir ketika kita tua dan akhirnya meninggal dunia. Kenapa begitu? Terus yang single gimana donk? Yaaaa, karena materinya adalah manajemen keuangan keluarga, jelas yg single ga masuk. Tapiiiiiii kalau dalam step by step nya, pasti ada yang ketika single sudah melakukannya.

Apa aja sih stepnya?
Dicontohkan Pak Goz kalau dimulai sejak kita menikah, punya anak, berusaha punya rumah, berusaha punya kendaraan, berusaha pergi haji, bisa travelling, memenuhi biaya pendidikan anak, menjalani hari tua/masa pensiun dan selesaiiiiii.
Panjang ya? eeeM! panjang cyn. Mudah-mudahan kita juga diberikan umur yang panjang dan berkah, jadi bisa merasakan semua stepnya. Amiiin..

Sudah sejauh mana step yang kamu lalukan? Gimana rasanya? Punya banyak tanggungan ga? hehehe.. ini silahkan dijawab dalam hati aja yes! Soalnya klo aku sih, Ya iyaaaaa.. Phuh! Tarik nafas panjang ahahaha.. Hayok berusaha melunasi semua hutang 😀

Ada perbedaan dari Generasi Old dan Genarasi Now, apa tuh?
Old – Sandang, pangan, papan
Now – Sandang, pangan, papan, WIFI/Jaringan, Colokan Listrik!. Wogh.. sadar ga sebagai generasi saat ini, klo kita bergantung banget sama keberadaan 2 item yang terakhir disebut. Apalagi buat bakul online macam kita ni #eh 😀
jadi kebutuhan dana, listrik dan kuota itu list penting #ups. Hayooo berapa dana yang kamu butuhkan selama sebulan untuk 2 hal itu? klo mim sekitar 500rb untuk listrik, 360rb untuk wifi dirumah dan 100rb untuk kuota hp. Pas ditotal, jadi lumayan ya mak? ^^
Ada beberapa hal yang jadi pertanyaan Pak Goz tentang benar atau salah. Apa itu? ini ni..
1. Ngatur uang itu urusan perempuan
Menurut Pak Goz, jawabannya adalah salah kakak hihihi.. karena didalam RT, baik laki-laki maupun perempuan punya andil yang sama.
Jika suamimu memberikan semua uangnya padamu, maka ada 3 kemungkinan. Pertama suami amat sayang kepadamu, kedua suamimu takut kepadamu, ketiga suamimu mau melepas tanggungjawabnya. Yang mana tipe suamimu? #eh
Awalnya pasti pilih alasan pertama, ya kaaaaan? tapi kenyataannya adalah mendekati yang ketiga.
Koq gitu sih? Kenapa?
Karena kalau cuma memberikan saja, tanpa ada komunikasi dan kerjasama dalam mengatur keuangan, yang ada minus loh hasilnya. Sebaliknya, kalau keuangan dipegang suami, istri hanya diberikan sebulan sekian, tanpa ada komunikasi, bisa bahaya juga. Kenapa? Karena bisa jadi kebutuhan istri melebihi dari yang diberikan, tapi istri ga berani bilang. Ujung-ujungnya istri meminjam uang sana sini dan berujung ke hutang yang sangat besar.
Pernah ada client Pak Goz yang merupakan istri pejabat dan punya hutang sampai ratusan juta karena kebutuhan gengsi. YES! Gengsi Kak!. Untuk menyesuaikan gaya hidup dan kesetaraan dengan sesama ibu-ibu pejabat (sejenis Dharma Wanita, dll), si client dengan gampangnya membeli barang dengan cara meminjam uang sana sini. Si client ga berani bilang ke suaminya karena takut. Ujung-ujungnya Pak Goz ga bisa menyelesaikan hal tersebut, sebelum si client menyelesaikan urusan komunikasinya dengan sang suami.
2. Orang kaya itu sombong & pelit
No! Tidak semua orang kaya itu sombong dan pelit. tapi mereka bisa menempatkan dirinya, dalam hal ini menempatkan masalah keuangannya. Sebaliknya jika ada orang miskin yang sombong & pelit, ya memang ga pantas dilakukan hohoho..
3. Tidak perlu kaya, yang penting sehat & bahagia
Mana yang kamu mau? Semua orang maunya kaya tapi juga sehat dan bahagia.
Kebahagiaan ga bisa tercapai karena miskin kah? Ya ga juga. Tapi kebahagiaan bisa membuat kita sehat dan kaya.
Loh koq bisa? Bisa donk.. Orang yang bahagia, jarang sakit, pasti ga butuh asuransi kesehatan dan ga perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Jadi mulai sekarang, jadilah orang yang bahagia, sehat dan Bismillah kaya!
4. PNS itu pensiunnya sudah terjamin, benar apa benar? Eh benar apa salah?
No! loh loh loooh, ga bersyukur ya? Bukan-bukan.. bukan ituuu mamak hehehe..
Pensiunan PNS itu mendapatkan nilai pensiunan 75% dari nilai gaji yang diterimanya. Gimana dengan inflasi? apa akan mencukupi? Jelas tidak, jika hanya mengandalkan gaji pensiunan.
Loh bersyukur donk masih dapat dari negara? 😀
Alhamdulillah masih ada yang memberikan gaji, dicukup-cukupi, dinikmati. Tapi apa hanya pasrah? bisa ga kita berusaha lebih disaat muda? Bisa kak, Bismillah! Artinya pensiunan PNS itu bukan lagi sesuatu yang menggiurkan kalau kita main hitung-hitungan sekarang. Gimana niatnya aja.
Btw, orang tuaku PNS (ibu) dan pensiunan PNS (bapak). Plus posisiku saat ini juga sebagai PNS 😀 tapi bukan berarti karena uang pensiun, mim mau jadi PNS. Dahulu, ibu dan calon suami hanya mau aku jadi Dosen atau PNS. Jadi pilihlah 2 pekerjaan itu! 😀
Kita coba hitung ya dimana gap yang terjadi. Contoh, misalnya seorang pensiunan gol IV/b biasanya menerima gaji dan tunjangan >20jt, ketika pensiun menerimanya hanya 75% dari 4,9jt (gaji tertinggi ditingkatannya) atau sekitar 3,675jt, apa yang akan terjadi? Shock ga ya? pasti akan shock kakak. karena yang diterima hanya sekitar 18% saja.
Menurut Pak Goz, jika kita ingin pensiun dengan kondisi seperti saat ini kita terima, maka kita harus menyiapkan kurang lebih 200x dari gaji terakhir dikurangi beban pengeluaran ataaaau minimal 100x dari gaji terakhir nanti. Gimana caranya coba? hohoho.. Terasa berat kak? Yes! tapi kita harus berusaha untuk memiliki aset masa depan.
Gimana asetnya?
Aspek apa saja yang dibutuhkan untuk bisa survive?
Bagaimana dengan pembagian budgetnya?
Apa yang menjadi prioritasnya?
kita lanjutkan di Habiskan Saja Gajimu! #PartDua yak hehehe..

Aliran Rasa

Curahan hati terdalam hihihi..

#NHW9 Bunda Menjadi Agen Perubahan

Yes! Agen Perubahan..

Ya ampuuun… #NHW9 Alhamdulillah, Subhanallah, akhirnya sampai ketitik ini walaupun maboknya ga karuan  hehehe..

Passionnya udah ada, sekarang ada rumus yang bisa dipakai, yaitu:

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Kami diminta untuk membuat perubahan di masyarakat dengan diawali oleh rasa emphaty yang akhirnya menjadi passionnya. Dimulai dari yang sederhana dan berakhir dengan menghasilnya sebuah solusi.

Bismillah.. semoga semua bisa terealisasi dengan baik. amiiin.. Semangaaaat!

#NHW8 Misi Hidup dan Produktivitas

Pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga akan dibahas disini. Wiiih.. sebentar lagi selesai juga kelas martikulasi yang bikin deg-degan ini. Sekarang saatnya kita menggali lebih teknis hasil dari temu bakat di #NHW7.

Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Mim pilih marketing.

“BE DO HAVE”
1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan ? (BE)

Mental baja kakak hehehe.. kenapa gitu mental baja? Karena saat ini menjadi marketing saja tidak cukup, tapi harus kuat dalam hal thinking. Berpikiran positif dan selalu up to date dengan ilmu yang ada.

2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan ? (DO)

Konsisten yang saat ini sedang mim kerjakan. Mengajak orang lain untuk bisa berkembang bersama. Mengusahakan untuk upgrade diri setiap 3 bulan sekali dengan mengikuti pelatihan.

3. Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan? (HAVE)

Mim akan memiliki “team” yang solid, termasuk juga diri yang kuat. Selain itu juga orang lain juga akan  merasakan  manfaat ilmu yang bisa mim tularkan.

 

Langkah-langkahnya:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Mim ingin banyak orangtua yang aware dengan lingkungan dan kehidupan anak-anaknya melalui kemapuan menjadi marketing yang hebat minimal untuk dirinya sendiri. Sehingga suatu saat mereka bisa memiliki perpustakaan pribadi melalui dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan “uang belanja bulanan”.

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Dalam 5 tahun kedepan, mim meemiliki team yang besar dan akan semakin banyak keluarga yang dimampukan untuk mendukung anak-anaknya memiliki buku berkualitas.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

dalam waktu 1 tahun ini, mim akan mulai memiliki team sendiri.

#NHW7 Tahapan Menuju Bunda Produktif

Alhamdulillah #NHW7.. Semangat kakak!

Saatnya melihat potensi diri melalui www.temubakat.com nya Abah Rama Royani yipiiiie..

dari hasil diatas, dijabarkan hasil kekuatan dan kelemahannya apa, yaitu:

dari hasil ini, jelas terlihat kalau mim itu punya potensi kekuatan dalam hal administrasi dll, serta kelemahan dalam hal creator dll. Pada NHW#1 s.d. NHW #6 kami dituntun untuk bisa memasuki ranah produkti dengan bahagia, menjadi ibu yang bahagia. Sekarang waktunya kita konfirmasi ulang hasil dari ST30 (strenght Typology) dan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang menjadi bagian SUKA serta BISA selama ini. Kita diminta membuat kuadran  aktivitas menjadi 4 macam, yaitu:
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

secara tidak langsung, dari hasil diatas mim bisa bilang ini luar biasa ahahaha.. karena ya ternyata memang hampir semuanya benar. kekuatan mim ya kepakai banget dikerjaan saat ini, bahkan dipekerjaan sampinganpun yaitu online shop, ya masuuuk.. marketer, seller hehehe..

untuk kelemahan, creator, producer, visionary, mediator memang kesulitan. tp untuk jurnalist, safekeeper masih dalam batas bukan kelemahan. untuk lebih jelasnya mim lanjutkan dengan membuat 4 kuadran aktivitas seperti tugas kali ini. hasilnya adalah:

BISA TIDAK BISA
SUKA Reporting
Writing
Motivating
Supporting
Guiding
Communicating
Coresponding
Entertaning
Cooperating
Selling
Influencing
Marketing
Publicing
Designing
Advertising
Cooking
Collecting
Controlling
Interogating
Voluntering
Creating
Ideating
Developing
Visioning
TIDAK SUKA Advising
Consulting
Mentoring
Teaching
Training
Installing
Safekeeping
Securing
Mediating
Negotiating
Operating
Distributing
Testing
Finishing
Musical Art
Dancing

Post Navigation